BRMP Papua Barat Dampingi Pemeriksaan Awal Lahan Produksi Benih Padi di Manokwari Selatan
Manokwari Selatan – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat bersama Tim Pengawas Benih Tanaman (PBT) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat melaksanakan pemeriksaan awal lahan untuk kegiatan Produksi Benih Pokok (BP/Stock Seed) di Kelompok Tani Karya Bhakti, Kampung Sido Mulyo, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Rabu (15/7).
Kegiatan ini bertujuan memastikan kesesuaian lahan, sejarah tanam, serta isolasi area sebagai persyaratan sertifikasi benih sebelum penanaman dilakukan. Pemeriksaan awal merupakan tahapan penting untuk menjaga kemurnian varietas sekaligus memenuhi persyaratan administrasi dalam pelaksanaan produksi benih.
Pemeriksaan lapangan dilakukan oleh Tim PBT BPSB yang didampingi Tim Produksi Benih BRMP Papua Barat, penyuluh pertanian setempat, serta anggota Kelompok Tani Karya Bhakti sebagai penangkar benih. Hasil pemantauan menunjukkan benih di persemaian telah berumur empat hari dengan pertumbuhan yang seragam dan dalam kondisi baik.
Pada tahun 2026, kegiatan Produksi Benih Pokok (BP/Stock Seed) ditargetkan menghasilkan 10 ton benih pada lahan seluas 4 hektare. Empat varietas yang dikembangkan meliputi **Ciherang, Cigeulis, Inpari 49 Jembar dan Situbagendit. Varietas Ciherang dan Cigeulis merupakan pilihan petani, sedangkan Inpari 49 Jembar dan Situbagendit diperkenalkan oleh BRMP Papua Barat sebagai varietas introduksi yang diharapkan mampu beradaptasi dan dikembangkan lebih luas, khususnya untuk mendukung ketersediaan benih padi gogo atau lahan kering di Provinsi Papua Barat.
Selama pemeriksaan, anggota Kelompok Tani Karya Bhakti memberikan penjelasan kepada Tim PBT BPSB mengenai berbagai aktivitas budidaya yang telah dilakukan di lahan usaha tani sebagai bagian dari proses sertifikasi benih.
Ketua Kelompok Tani Karya Bhakti, Bapak Budiono, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui BRMP Papua Barat Kementerian Pertanian atas pendampingan yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi pengembangan kelompok tani sebagai penangkar benih, serta diharapkan dapat terus mendukung keberhasilan kegiatan produksi benih hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Keberhasilan produksi benih bersertifikat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Ketersediaan benih bermutu akan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, sekaligus memperkuat kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan benih di daerah. Melalui sinergi antara pemerintah dan kelompok tani, diharapkan upaya ini mampu mewujudkan sektor pertanian Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.